Skincare 10 Step Mulai Ditinggalkan: Fenomena ‘Skinimalism 2.0’ 2026, Saat Generasi Muda Justru Pakai 3 Produk dan Fokus ke Kesehatan Dalam
Gue baru aja selesai skincare. Bukan 10 step. Bukan 7 step. Bukan 5 step. Tapi *3* step. Cuci muka. Pelembab. Tabir surya. Pagi. Cuci muka. Pelembab. Malam. Selesai. Nggak ada toner. Nggak ada essence. Nggak ada serum. Nggak ada ampoule. Nggak ada masker. Nggak ada exfoliator. Nggak ada eye cream. Nggak ada lip mask. Nggak ada neck cream. Cuma *3* produk. Sederhana. Efektif. Cukup. Dulu, gue pikir skincare *10* step adalah kebutuhan. Dulu, gue pikir semakin banyak step, semakin baik. Dulu, gue pikir kulit sempurna adalah tujuan. Dulu, gue habiskan jutaan rupiah untuk produk. Dulu, gue habiskan berjam-jam di depan cermin. Tapi semakin lama, gue sadar: kulit gue nggak membaik. Malas makin bermasalah. Jerawat. Iritasi. Merah. Kering. Berminyak. Semua sekaligus. Gue bingung. Gue frustrasi. Gue lelah.…